Artikel dengan Tag Ekonomi Halaman 1 dari 1

Menkeu: Berdasarkan Data Rupiah Lemah Bikin Surplus Anggaran

Seperti kita ketahui, belakangan mata uang rupiah terus melemah terhadap dollar AS dan bahkan ada yang memprediksi akan tembus Rp. 25.000 per dolar amerika.


Menteri Keungangan Bambang PS Brodjonegoro bersyukur mata uang rupiah melemah terhadap mata uang dollar amerika. Menurut Bambang, dengan lemahnya rupiah, justru akan menambah surplus anggaran seperti dikutip dari Kompas.
Nilai tukar rupiah yang stabil di kisaran Rp 13.300 per dollar AS justru disyukuri oleh Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro. Menurut Bambang, rendahnya nilai tukar ini justru akan menambah surplus anggaran.

Hal tersebut disebabkan saat ini pemerintah sudah tidak memberi subsidi pada bahan bakar minyak (BBM). Sebagaimana diketahui, lebih dari separuh kebutuhan BBM domestik didatangkan dari impor.

Rendahnya nilai tukar rupiah bisa berbahaya bagi defisit anggaran jika BBM-nya masih banyak mendapatkan subsidi dari APBN. “Tahun ini karena subsidi BBM-nya sudah tidak ada, kalau ada pelemahan rupiah kita tidak mengalami pelebaran defisit. Malah surplusnya tambah,” kata Bambang dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Bambang menjelaskan, surplus anggaran tersebut berasal dari tambahan penerimaan seperti ekspor minyak dan gas bumi serta pertambangan. Ekspor komoditas tersebut dilakukan dalam bentuk dollar AS. Memang, bunga utang pemerintah akan meningkat.

Namun, dia memastikan bahwa peningkatan penerimaan dari sektor migas dan pertambangan akan lebih besar dari peningkatan bunga utang pemerintah yang harus dibayar. “Jadi ujungnya di budget, surplus. Saya tidak bisa mengarang karena ini data. Dollar melemah justru surplus di anggaran bertambah,” kata Bambang.

Namun demikian, dia tidak menyebut berapa surplus anggaran yang diperoleh dari pelemahan rupiah.
Yang menarik, walaupun menyebutkan berdasarkan data Menkeu masih belum berani menyebut angka surplus itu berapa. Jika berdasarkan data, Menkeu seharusnya perlu menyebutkan berapa angka surplus tersebut.

Rupiah Dekati Rp. 13.400, Diprediksi Sentuh Rp. 25.000

Saat ini nilai tukar mata uang rupiah terus mengalami keterpurukan, bahkan diprediksi akan tembus Rp. 25.000 per dolar. Menurut OJK tembus Rp. 15.000 per dolar Amerika saja bisa menghantam lima bank, apalagi lebih tinggi.
Makin Terpuruk, Rupiah Dekati Rp 13.400 Per Dollar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan, Senin (8/6/2015), makin terpuruk hingga titik terendah dalam 17 tahun terakhir. Di pasar spot, Senin pagi ini, seperti ditunjukkan data Bloomberg, mata uang Garuda ini dibuka melorot ke posisi Rp 13.382 per dollar AS dibanding penutupan sebelumnya, yakni 13.290.

Rupiah pada awal pekan ini masih dibayangi tekanan pelemahan. Sentimen internal maupun eksternal siap menekan rupiah lebih dalam. Sumber: Kompas
OJK: Jika Rupiah Sentuh Rp 15.000, Lima Bank Nasional Terhantam

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, pelemahan nilai tukar rupiah hingga level Rp 15.000 per dollar AS akan menghantam permodalan lima bank nasional.

Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK Irwan Lubis mengatakan, penyataan tersebut didasarkan pada hasil stress test yang dilakukan OJK terhadap perbankan di Indonesia, tetapi Irwan enggan menyebutkan nama sejumlah bank tersebut.

"Depresiasi rupiah terhadap dollar AS jika sampai Rp 15.000 per dollar AS akan meng-hit (menghantam) permodalan satu hingga lima bank nasional," ujar Irwan saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/3/2015). Sumber: Kompas
Ada Motif Apa Ekonom Singapura Sebut Rupiah Bisa Rp25.000?

Ada apa ekonom Singapura menyarankan strest test perbankan untuk nilai tukar rupiah hingga Rp25.000 per dolar AS? Apakah ada motif lain di balik itu?

"Angka itu (Rp25.000) dari kisaran saat ini Rp13.000-an tidak jauh. Jangan berpikir bahwa kita baik-baik saja," kata ekonom dari Nanyang Business School Singapura Lee Boon Keng di sela-sela seminar bertajuk Indonesia Financial and Economic Conference, Kamis (28/5/2015).

Untuk itu, menurut dia, level nilai tukar yang dipatok dalam stress test Bank Indonesia (BI) seharusnya bisa dinaikkan hingga Rp25.000 karena Rp15.000--seperti yang saat ini berlaku--tidak cukup menggambarkan kesiapan sistem keuangan Indonesia dalam menghadapi krisis.

Dia menekankan, perekonomian Indonesia harus bersiap menghadapi hal-hal di luar ekspektasi untuk meminimalisasi efek guncangan yang diakibatkan oleh pembalikan dana akibat pengaruh kondisi moneter global. Sumber: bisnis.com

Ekonom: Indonesia Punya 3 bulan Terkait Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan sepanjang pekan ini meski ditutup menguat pada akhir pekan.

Kurs Tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah menguat 0,52% menjadi 12.500 dan dalam sepekan melemah 0,54%.
gambar mata uang rupiah logam yang sedang turun
Rupiah

Adanya kekhawatiran arus modal keluar (capital outflow) yang cukup besar dari capital market serta ekspektasi kenaikan suku bunga menjelang pertemuan Dewan Gubernur The Fed (FOMC Meeting) dan kenaikan suku bunga Rusia menjadi penyebab utamanya melemahnya Rupiah.

Namun, intervensi yang dilakukan Bank Indonesia di pasar membuat nilai tukar rupiah kembali membaik.

Selain itu, adanya pernyataan The Fed yang masih akan menjaga suku bunga rendahnya sampai pertengahan tahun depan membantu penguatan mata uang Rupiah..

Berdasarkan Kontan, Bank Sentral Amerika Serikat memutuskan untuk menunda meningkatkan suku bunga dimana  diperkirakan akan terealisasi pada triwulan I tahun 2015 saja.

Saat suku bunga mulai dinaikkan kembali, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan kembali diuji apakah dapat bertahan sehingga tidak turun.

Ekonom dari Universitas Indonesia Berly Martwardaya mengungkapkan bahwa yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia adalah mengambil kebijakan jangka pendek. Hal ini dikarenakan Indonesia hanya punya waktu tiga bulan untuk membenahi sistem keuangannya.

Harga Emas Kembali Keok Mengikuti Harga Minyak

Harga emas dunia bergerak sejalan dengan harga minyak dunia.

Harga emas kembali mengalami penurunan hari ini seiring harga minyak gagal mempertahankan kenaikan.

Harga minyak tertekan setelah pejabat Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunjukkan sinyal bahwa tidak akan memotong produksi meskipun harga minyak mentah dunia terus merosot.

Sementara itu, produksi industri naik 1,3 persen pada November 2014. Hal ini kenaikan terbesar sejak Mei 2010.

Harga emas dunia saat ini juga terpengaruh data ekonomi pada awal pekan ini dimana Indeks Empire State menunjukkan hasil negatif sejak bulan Januari 2013.

Harga emas sendiri saat ini masih diatas level $1.200an per ounce berdasarkan Kitco. Sedangkan harga emas logam mulia Antam pada hari ini mengalami penurunan.

Investor saat ini dalam posisi menunggu hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat/The Federal Reserve pada akhir pekan ini. Pernyataan kebijakan baru The Fed diharapkan dapat memberikan faktor pendorong untuk menaikkan harga emas.

Kejatuhan Harga Minyak Kali Ini Memakan Korban Bursa Asia

Setelah sebelumnya harga emas dunia, kali Bursa Asia merosot menyusul aksi jual saham dunia setelah harga minyak global terus mengalami penurunan.

Berdasarkan Liputan6, Senin 15 Desember 2014, indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,7 persen pada perdagangan pukul 9:17 waktu Tokyo. Level ini merupakan yang paling rendah sejak perdagangan pada 21 Oktober tahun 2014 ini.

Nilai tukar yen sendiri saat ini dalam posisi menguat terhadap dolar AS setelah Perdana Menteri Shinzo Abe kembali terpilih memimpin Jepang.

Yen tercatat menguat 0,6 persen terhadap mata uang dolar AS dan euro. Indeks saham Jepang Topix melemah 1,4 persen setelah nilai tukar yen menguat.

Sementara indeks saham S&P/ASX Sydney juga anjlok sebesar 1,1 persen setelah mata uang dolar Australia melemah 0,2 persen. Indeks saham Korea Selatan yang bernama Kospi juga merosot 0,6 persen. Begitu juga dengan indeks saham NZX 50 di Wellington yang merosot 0,9 persen.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate saat ini dalam posisi turun sebesar 2,4 persen ke harga US$ 56,3 per barel. Penurunan ini sudah terjadi empat hari berturut - turut.

Tahun 2014 harga telah mengalami penurunan hingga lebih dari US$ 40 per barel setelah produksi minyak AS yang besar di tengah proyeksi penurunan permintaan. WTI melanjutkan penurunan harganya ke bawah US$ 58 per barel menyusul aksi jual ekuitas AS.

"Selama berminggu-minggu, para pembuat kebijakan dari OPEC telah menolak untuk memangkas produksi minyak. Para investor kini khawatir bahwa kejatuhan harga minyak merupakan gejala lemahnya permintaan global yang kronis," ujar pakar strategi pasar di Bank Sentral Selandia Baru, Raiko Shareef.

Harga emas sendiri saat ini bergerak di kisaran US$ 1.216 per ounce pada siang hari ini. Tertekan dibandingkan harga penutupan Jumat pekan lalu di US$ 1.221 per ounce.

Optimisme terhadap perekonomian di Amerika Serikat (AS) dan isu pertumbuhan ekonomi China yang melambat pada tahun 2015 meredam permintaan emas. Meski begitu, harga emas Antam dalam negeri hari ini justru mengalami kenaikan.

Harga Emas Turun Mengikuti Harga Minyak

Turunnya harga minyak, membuat harga emas turun. Harga minyak mentah turun setelah Badan Energi Internasional menurunkan prospek permintaan global.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari merosot US$ 2,14 menjadi US$ 57,81 per barel di New York Mercantile Exchange.

Kekuatan ekonomi juga menurunkan permintaan investor terhadap emas. Penjualan ritel pada bulang November 2014 naik 0,7 persen setelah melompat 0,5 persen pada bulan Oktober 2014 menurut sebuah laporan yang dirilis Departemen Perdagangan AS pada Kamis 11 Desember 2014. Penjualan mobil melonjak 1,7 persen setelah meningkat 0,8 persen pada bulan Oktober 2014.

Di dalam negeri Indonesia, per Desember 2014 Antam selaku perusahaan yang membuat emas logam mulia masih mengalami kerugian karena rendahnya harga komoditas tambang dunia saat ini.

Berdasarkan Kitco, pada minggu ini harga emas dunia ditutup pada level $1.221,80 per ounce.

Menjelang Akhir Tahun 2014, Antam Masih Merugi

Melihat kondisi saat ini, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memproyeksikan harga emas dunia belum akan bergerak dari level kisaran US$ 1.200 sampai US$ 1.300 per ounce pada tahun depan 2015.

Melihat kondisi harga emas tersebut serta anjloknya harga-harga barang tambang lain, saat ini kinerja perseroan dalam kondisi tertekan.

Dikutip dari Liputan6, Kinerja keuangan Antam masih akan mencatatkan kerugian karena turunnya harga-harga barang tambang seiring penurunan permintaan dari Tiongkok yang sedeng mengalami kelesuan pertumbuhan ekonomi.

"Sampai dengan Desember ini, kita masih minus karena 35 persen penjualan terpotong dari ekspor bahan mentah (ore), harga turun dan pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat serta stoknya belum habis," ujar Direktur Utama Antam, Tato Miraza.

Mesiku begitu, Tato optimistis keadaan ini akan berbalik ke arah positif pada tahun depan lantaran proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi membaik.

Dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia diharapkan akan diikuti merangkaknya harga-harga komoditas.

"Mudah-mudahan tahun depan akan ter-cover karena kondisi pertumbuhan ekonomi dunia akan lebih positif. Lalu kondisi harga karena stok ore di Tiongkok, bauksit ore makin sedikit, sehingga harga kembali bagus. Misalnya Nikel, kita perkirakan itu bisa US$ 8,5 sampai US$ 9 per pound," pungkas dia.

Saat ini saja kondisi harga emas dunia sedang turun setelah bursa saham Amerika mengalami kenaikan.

Agar tidak ketinggalan informasi, jangan lupa follow kami di Twitter atau Facebook.

Bursa Saham Amerika Naik, Emas Turun

Harga emas dunia turun dipicu penguatan data ritel penjualan Amerika Serikat (AS) sehingga menekan permintaan akan emas dan mendorong kenaikan bursa saham AS.

Harga emas hri ini terpantau berada pada level $1210-1220an per ounce, sedangkan harga perak dunia berada pada posisi $17an per ounce.

Rilis data ekonomi AS saat ini memberi pengaruh penting terhadap harga emas dunia hari ini. Data ritel yang melebihi harapan dan klaim pengangguran yang berada pada angka 294 ribu elah membuat ketertarikan terhadap emas agak pudar.

Bursa saham AS menguat pada perdagangan saham hari Kamis waktu setempat walau sebelumnya dilanda aksi jual. Investor pada akhirnya mencari investasi relatif aman seperti emas di kala kondisi bursa saham global yang sedang mengalami tekanan.

Harga emas dalam negeri Indonesia sendiri, Logam Mulia LM Antam 12 Desember 2014 tidak mengalami perubahan harga baik harga jual emas ataupun harga beli emas.

Harga Minyak Dunia Turun Ke Posisi Terendah, Harga Emas Gagal Naik Lagi

Meski harga emas lokal di Indonesia, yaitu LM Antam, berada pada harga jual yang sama dengan hari kemarin, harga emas dunia hari ini mengalami penurunan. Salah satu kaitannya adalah kejatuhan harga minyak dunia.

Berdasarkan Kitco, Kamis 11 Desember 2014, harga emas dunia hari ini berada di level $1200an per ounce. Sedangkan kemarin harga logam mulia sempat menyentuh level 1.239 dollar amerika per ounce.

Hanya minyak mentah terus merosot setelah organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) menyatakan bahwa kemungkinan besar permintaan minyak mentah pada tahun depan akan mengalami penurunan.

Harga Minyak Dunia Turun Ke Posisi Terendah

Harga minyak dunia turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir setelah keluarnya dua laporan mengenai pasokan minyak dunia saat ini yang ternyata lebih tinggi dibanding dengan permintaan.

Harga minyak mentah terus mengalami penurunan sejak pertengahan Juni lalu dan apabila ditotal, harga komoditas minyak telah jatuh sekitar 43 persen.

Berdasarkan BBC News Business, Kamis 11 Desember 2014, Harga minyak mentah jenis Brent turun sebesar US$ 2,19 per barel atau sebesar 3,28 persen dibanding dengan perdagangan sebelumnya.

Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) mengeluarkan laporan bahwa akan ada penurunan permintaan global akan minyak dunia pada tahun 2015.

Laporan lainnya adalah yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat (AS). Berdasarkan laporan tersebut seperti yang disarikan oleh Liputan6, juga menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah negara tersebut juga cukup tinggi sehingga mendorong penurunan harga minyak.

Departemen Energi AS menjelaskan bahwa ada peningkatan stok minyak mentah yang cukup signifikan pada pekan lalu yaitu mencapai 1,56 juta barel.

Kenaikan stok tersebut menyebabkan menurunan harga bensin, bahan bakar pesawat terbang dan minyak pelumas.

Oleh karena itu, Departemen Energi Amerika memperkirakan bahwa harga bensin di AS akan turun sebesar 23 persen menjadi US$ 2,60 per galon pada tahun depan.

Harga Emas Naik Terdongkrak Harga Minyak Dunia

Harga emas kembali naik setelah sempat mengalami penurunan tajam.

penguatan harga minyak mentah dunia menjadi penyebab penguatan harga emas saat ini sehingga menyebabkan permintaan akan logam mulia kembali naik dengan adanya kenaikan harga minyak.

Mengutip Xinhua pada hari Kamis 04 Desember 2014, pada bulan Desember harga emas dunia naik US$ 9,3 atau 0,78 persen menjadi berada di level US$ 1.208,7 per ons. Untuk minyak mentah WTI naik 0,21 persen menjadi US$ 67,02 per barel.

Sementara itu, Automatic Data Processing Inc. (ADP) memberi laporan bahwa bahwa pertumbuhan gaji karyawan swasta lebih buruk dari yang diperkirakan untuk bulan November kemarin. Dengan memburuknya data pendapatan tersebut akan membuat harga emas sedikit melambat menurut para analis.

Rupiah Merosot

Sementara itu di dalam negeri Nilai tukar rupiah terus merosot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan sudah menembus level Rp 12.318 per dolar AS.
Level nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ini dinilai Pengamat Valas yang bernama Farial Anwar sudah sangat mengkhawatirkan karena akan mengganggu perekonomian Indonesia.

Menurut Farial seperti dikutip dari Liputan6, dampak dari anjloknya kurs rupiah dapat mengakibatkan kredit macet, serta kewajiban pembayaran utang dan bunga utang semakin membengkak. Penyebab turunnya rupiah dan naiknya kurs mata uang dollar AS disebabkan faktor sentimen dan fundamental ekonomi Indonesia. Sedangkan faktor sentimen global datang dari rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed, AS.

Faktor global inilah yang mengakibatkan penurunan harga di sejumlah komoditas seperti minyak mentah, emas, batubara, nikel dan lainnya. Kondisi ini memicu peralihan investasi para pelaku pasar dari komoditas ke kurs mata uang dolar AS.

Sepanjang 2013 Rupiah Turun 26,42% dan Emas Turun 27,22%

Nilai tukar rupiah terus melemah di pengujung tahun. Rupiah bahkan mulai menembus level Rp 12.300 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut data Bank Indonesia pada 30 Desember 2013, kurs tengah Bank Indonesia (BI) tercatat Rp 12.270  per dolar AS. Untuk kurs jual sebesar Rp 12.331 dan kurs beli sebesar Rp 12.209.

Berdasarkan Business Review Online, Sepanjang tahun 2013 rupiah melemah 26,42 persen. Hal tersebut menjadikan Rupiah menjadi mata uang di Asia yang mengalami pelemahan terburuk jika dibandingkan dengan mata uang lain seperti rupee India, yen Jepang, peso Filipina, ringgit Malaysia atau baht Thailand.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, penurunan Rupiah terjadi dikarenakan kebutuhan valas yang tinggi, namun persediaan dolar Amerika tidak sebanyak permintaan dimana sebagian besar permintaan tersebut terjadi karena kebutuhan korporasi - korporasi di Indonesia untuk pembayaran dividen, pelunasan pinjaman, repatriasi keuntungan.

Selain itu, Indonesia juga memiliki masalah struktural seperti defisit transaksi berjalan selama 26 bulan. Besarnya depresiasi rupiah itu menunjukkan cerminan ekonomi akibat besarnya impor, mulai dari impor BBM, bahan pangan yang jumlahnya lebih besar dibanding ekspor.

Dalam laporan Bank Dunia "Indonesia Economic Quarterly" yang terbit pada Desember 2013 juga disebutkan bahwa permintaan dolar Amerika yang tinggi untuk kebutuhan pembiayaan dan utang luar negeri merupakan faktor utama pelemahan mata uang Rupiah sejak Oktober 2013.

Harga Emas Turun sebesar 27,22%

Selain Rupiah, berdasarkan data dari Kitco, pada tahun 2013 harga emas dunia juga mengalami penurunan yang tajam sebesar 27,22% dan ditutup pada level $1205-an per ounce. Pelemahan harga emas tersebut sepanjang pengamatan kami faktor utamanya adalah isu tappering dari The Fed.

Normalnya dimana harga emas Dunia saat ini $1200-an per ounce, harga emas di Indonesia seharusnya berada di angka Rp. 400.000 per gram. Namun karena rupiah itu sendiri juga lemah terhadap Dollar AS, harga emas di Indonesia cenderung stabil bahkan bergerak menguat seiring pelemahan Rupiah terhadap Dollar.

Apa saja sih Kesalahan Finansial di Usia 20-an? Simak yuk!

Bagi yang telah bekerja atau telah memiliki usaha, usia 20-an boleh dibilang usia keemasaan karena selain tubuh masih kuat dan bugar untuk beraktifitas, juga sudah memiliki pemasukan atau gaji.

Namun seringkali di usia tersebut pemasukan yang didapat tidak disiapkan untuk jangka panjang. Padahal saat usia kita lebih dari 30 tahun atau lebih, pengeluaran yang terjadi bisa sangat besar. Misal biaya sekolah anak, biaya persalinan, renovasi rumah dan banyak lagi.

Berikut ini kesalahan - kesalahan finansial yang sering terjadi umur 20-an yang berdasarkan pengamatan kami sendiri dan juga berdasarkan dari tulisan Prita Ghozie yang kami kutip dari Infojkt.

1. Mudah berutang dengan kartu kredit dan hanya membayar tagihan minimum saja.

Kami sendiri hingga saat ini tidak memiliki kartu kredit. Selain karena alasan agama mengenai hukum kartu kredit, kartu kredit kami anggap sebagai kartu hutang, bukan kartu uang tambahan. Karena ekonomi di Indonesia masih mengenakan bunga saat berhutang, kami sebisa mungkin menghindari hutang.

2. Selalu menunda dalam hal berinvestasi. Seringkali menganggap “masih bisa besok”.

3. Merokok! Ngerokok sebungkus per hari biaya rokok bisa membengkak jadi Rp. 450 ribu per bulan. Belum biaya berobat karena sakit yang disebabkan kebanyakan rokok.

4. Sering belanja bila ada Midnight Sale. Selain itu, biasanya sering belanja makanan ringan atau minuman ringan. Walaupun saat belanja hanya menghabiskan Rp. 5.000 - Rp. 20.000, jika dilakukan setiap hari maka dalam sebulan akan menghabiskan Rp. 150.000 - Rp. 600.000 hanya untuk makanan dan minuman ringan.

5. Menempatkan semua uang yang Anda punya di tabungan biasa. Sangat disarankan untuk memiliki rekening tabungan lain yang digunakan untuk menyimpan dana darurat.

6. Mengambil uang dari dana darurat, padahal bukan untuk kebutuhan yang bersifat darurat.

7. Gemar membayar penalti atau denda keterlambatan keterlambatan bayar, untuk segala hal.

8. Jika memiliki kartu kredit, gemar melakukan transaksi dengan cicilan 0% untuk segala pembelian.

9. Berani punya mobil tanpa pikir panjang mengenai biaya perawatan dan operasional mobil.

10. Sering mengabaikan uang - uang kembalian, apalagi dalam bentuk recehan.

Sangat kami sarankan apabila transaksi untuk menggunakan kartu ATM / debit. Selain tidak direpotkan recehan, kita sebagai pembeli juga tidak rugi apabila total biaya barang merupakan angka yang aneh, misal jika total belanja Rp. 37.458.

11. Rela mengeluarkan uang demi produk bermerek, bukan karena dibutuhkan.

12. Tidak menyisihkan minimal 10% dari penghasilan setiap bulan untuk investasi atau digunakan untuk modal usaha kedepannya.

13. Rela berhutang untuk liburan atau nonton konser, karena merasa berhak menikmati hidup setelah bekerja keras.

Saat ini adanya tren gaya hidup "berliburanlah sesering mungkin mumpung sebelum berkeluarga" sangat turut andil dalam pemborosan pengeluaran di kategori liburan. Liburan boleh - boleh saja, asal tidak membebani diri sendiri dengan hutang.

14. Saat punya dana lebih, memilih untuk beli kendaraan atau gadget daripada ditabung untuk membeli rumah, diinvestasikan, atau disimpan untuk dana darurat.

15. Punya perangkat gadget lebih dari dua padahal tidak dalam kondisi butuh.

16. Menganggap nongkrong di kafe setiap pulang kerja sebagai hal yang wajar dan ideal.

17. Tidak cek ulang angka pembelian saat membayar dengan kartu kredit atau kartu debit. Karena bisa jadi terjadi salah penulisan oleh kasir.
Situs kami dapat bertahan dengan adanya iklan yang tayang.
Mohon matikan ad blocker Anda untuk membantu biaya operasional kami.